Di Suatu Desa, Hiduplah Seorang Anak Miskin Dengan Ibunya, Dia Hidup Dengan Kemiskinan Dan Kesengsaraan, Orang Memandangnya Sebelah Mata, Hari Demi Hari Ia Lalui Dengan Kesengsaraan..
Suatu Hari Ia Meminta Izin Kepada Ibunya Untuk Merantau Ke Jakarta..
Anak Malang: Ibu, Apakah Ibu Mengizinkan Jika Aku Merantau Ke Jakarta?
Jika Aku Sudah Berhasil Kan Ku Jemput Ibu Kekampung Halaman
Sang Ibu: Yasudahlah, Jaga Dirimu Baik-Baik, Ingat Pesan-Pesan Ibu
Anak Malang: Baik Bu, Aku Pergi Dulu, Doakan Agar Aku Sukses
Di Jakarta Sang Anak Kesana Kemari Mencari Pekerjaan,
Dan Akhirnya Iya Pun Bekerja Menjadi Karyawan Di Sebuah Perusahaan, Hari Demi Hari Iya Bekerja, Dan Sebagian Hasil Gajinya Iya Tabung Untuk Ibunya.
Hari Berganti Bulan Dan Bulanpun Berganti Tahun Sang Ibu Di Kampung Sangat Menanti Kepulangan Anaknya
Apakah Anakku Baik-Baik Saja Disana? Apakah Ia Masih Ingat
Aku Dan Kampung Halamannya?Kata Sang Ibu
Dan Si Anak Juga Sangat Rindu Kepada Sang Ibu, Suatu Hari
Tiba Saatnya Sang Anak Pulang Ke Kampung, Rindu Tak Tertahan Kepada Sang Ibu,
Sampai Di Halaman Rumah Langkah Sang Anak Terhenti Ketika Melihat Rumahya Rata
Dengan Tanah, Sang Anak Lalu Bertanya Kepada Warga Dimana Keberadaan Ibunya,
Sang Anak Pun Terkejut Saat Mendengar Bahwa Ibunya Telah Meninggal Dunia,
Rasanya Hampir Putus Jantung Sang Anak, Kini Tinggallah Sang Anak Hidup Sendiri
Dan Merana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar