Pages

Sabtu, 16 Juni 2012

ozi satria nanda: RENUNGAN IBU

ozi satria nanda: RENUNGAN IBU: Suatu Ketika Seorang Bayi Siap Untuk Dilahirkan Menjelang Di Turunkan Ia Bertanya Kepada Tuhan “Para Malaikat Mengatakan Bahwa Besok...

Sabtu, 09 Juni 2012

ANAK MALANG


Di Suatu Desa, Hiduplah Seorang Anak Miskin Dengan Ibunya, Dia Hidup Dengan Kemiskinan Dan Kesengsaraan, Orang Memandangnya Sebelah Mata, Hari Demi Hari Ia Lalui Dengan Kesengsaraan..
Suatu Hari Ia Meminta Izin Kepada Ibunya Untuk Merantau Ke Jakarta..

Anak Malang: Ibu, Apakah Ibu Mengizinkan Jika Aku Merantau Ke Jakarta?
                      Jika Aku Sudah Berhasil Kan Ku Jemput Ibu Kekampung Halaman
Sang Ibu:  Yasudahlah, Jaga Dirimu Baik-Baik, Ingat Pesan-Pesan Ibu
Anak Malang: Baik Bu, Aku Pergi Dulu, Doakan Agar Aku Sukses

Di Jakarta Sang Anak Kesana Kemari Mencari Pekerjaan,
Dan Akhirnya Iya Pun Bekerja Menjadi Karyawan Di Sebuah Perusahaan, Hari Demi Hari Iya Bekerja, Dan Sebagian Hasil Gajinya Iya Tabung Untuk Ibunya.
Hari Berganti Bulan Dan Bulanpun Berganti Tahun Sang Ibu Di Kampung Sangat Menanti Kepulangan Anaknya
Apakah Anakku Baik-Baik Saja Disana? Apakah Ia Masih Ingat Aku Dan Kampung Halamannya?Kata Sang Ibu

Dan Si Anak Juga Sangat Rindu Kepada Sang Ibu, Suatu Hari Tiba Saatnya Sang Anak Pulang Ke Kampung, Rindu Tak Tertahan Kepada Sang Ibu, Sampai Di Halaman Rumah Langkah Sang Anak Terhenti Ketika Melihat Rumahya Rata Dengan Tanah, Sang Anak Lalu Bertanya Kepada Warga Dimana Keberadaan Ibunya, Sang Anak Pun Terkejut Saat Mendengar Bahwa Ibunya Telah Meninggal Dunia, Rasanya Hampir Putus Jantung Sang Anak, Kini Tinggallah Sang Anak Hidup Sendiri Dan Merana

RENUNGAN IBU


Suatu Ketika Seorang Bayi Siap Untuk Dilahirkan
Menjelang Di Turunkan Ia Bertanya Kepada Tuhan
“Para Malaikat Mengatakan Bahwa Besok Mereka Akan Mengirimku Ke Dunia Tapi Bagaimana Cara Saya Hidup Disana? Saya Begitu Kecil Dan Lemah”
Tuhan Menjawab
“ Aku Telah Memilih Satu Malaikat Untuk Mu, Ia Akan Menjagamu Dan Mengasihimu”
“Tapi Di Surga Apa Yang Saya Lakukan Hanya Bernyayi Dan Tertawa, Ini Cukup Bagi Saya Untuk Bahagia” Demikian Kata Si Bayi
Tuhan Pun Menjwab “Malaikat Mu Akan Teratwa Dan Tersenyum Untukmu Setiap Hari, Dan Kamu Akan Merasakan Kehangatan Cintanya Dan Jadi Lebih Bahagia”
Si Bayi Bertanya Kembali “Dan Apa Yang Dapat Saya Lakukan Saat Ingin Bicara Kepadamu?”
Sekali Lagi Tuhan Menjawab “Malaikatmu Akan Mengajarkan Bagai Mana Cara Kamu Berdoa”
Si Bayi Masih Belum Puas, Ia Pun Bratanya Lagi “Saya Mendengar Bahwa Di Bumi Banyak Orang Jahat, Siapa Yang Akan Melindungi Saya?”
Dengan Penuh Kesabaran Tuhan Pun Menjawab “Malaikat Mu Akan Menjaga Mu Dengan Taruhan Jiwanya Sekalipun”
Si Bayi Pun Tetap Belum Puas Dan Melanjutkan Pertanyaannya “Tapi Saya Akan Bersedih Karna Tidak Melihatmu Lagi”
 Dan Tuhan Menjawab “Malaikat Mu Akan Menceritakan Kepadamu Tentang Aku Dan Akan Mengajarkan Bagaimana Cara Kamu Agar Bisa Kembali Kepada Ku, Walaupun Sesungguhnya Aku Selalu Ada Disisimu”
Saat Itu Surga Begitu Tenangnya Sehingga Suara Dari Bumi Dapat Terdengar Dan Sang Anak Dengan Suara Lirih Bertanya “Tuhan, Jika Aku Harus Pergi Sekarang Bisakah Kau Memberi Tahu Siapa Nama Malaikat Dirumahku Nanti?”
“ Tuhan Pun Menjawab Kamu Dapat Memanggil Malaikatmu “..IBU..””
Kenanglah Ibu Yang Menyayangi Mu, Untuk Ibu Yang Selalu Meneteskan Air Mata Saat Kita Pergi,
Ingatkah Engkau Ketika Ibu Mu Rela Tidur Tanpa Selimut Demi Melihatmu Tidur Nyenyak Dengan Dua Selimut Membalutmu ?
Ingatkah Engkau Ketika Jemari Ibu Mengusap Lembut Kepalamu?
Dan Ingatkah Engkau Ketika Air Mata Menetes Dari Mata Ibumu Ketika Ia Melihatmu Terbaring Sakit?
Sesekali Jenguklah Ibumu Yang Selalu Menantikan Kepulanganmu Di Rumah Tempat Kau Dlahirkan Kembalilah Mohon Maaf Kepada Ibumu Yang Selalu Rindu Akan Senyumanmu, Simpanlah Sejenak Kesibukan-Kesibukan Duniawi Yang Slalu Membuat Mu Lupa Untuk Pulang, Segeralah Menjenguk Ibumu Yang Berdiri Menanti Didepan Pintu Bahkan Sampai Larut Malam, Jangan Biarkan Engkau Kehilangan Saat-Saat Yang Akan Kau Rindukan Di Masa Ketika Ibu Mu Telah Tiada.
“IBU MAAFKAN AKU,  Sampai Kapau Pun Jasamu Tak Akan Terbalas”